Kota Bukittinggi

Kota Bukittinggi adalah salah satu kota di Provinsi Sumatera Barat. Kota ini pernah menjadi IbuKota Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia.Pada zaman perjuangan kemerdekaan RI, Bukittinggi berperan sebagai kota perjuangan dimana dari bulan Desember 1948 sampai bulan Juni 1949 Bukitttinggi ditunjuk sebagai ibukota RI setelah Yogyakarta jatuh hingga kemudian UU No.4 th. 1950 menetapkan Bukittinggi sebagai ibukota propinsi Sumatera Tengah yang meliputi Sumatera Barat, Jambi dan Riau,

Kota ini merupakan tempat kelahiran beberapa tokoh pendiri Republik Indonesia, di antaranya adalah Mohammad Hatta dan Assaat yang masing-masing merupakan proklamator dan pejabat presiden Republik Indonesia.

Selain sebagai kota perjuangan, Bukittinggi juga terkenal sebagai kota wisata yang berhawa sejuk, dan bersaudara (sister city) dengan Seremban di Negeri Sembilan,Malaysia. Seluruh wilayah kota ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Agam. Tempat wisata yang ramai dikunjungi adalah Jam Gadang, yaitu sebuah menara jamyang terletak di jantung kota sekaligus menjadi simbol bagi kota yang berada di tepiNgarai Sianok.

Kota Bukittinggi terletak pada rangkaian Bukit Barisan yang membujur sepanjang pulau Sumatera, dan dikelilingi oleh dua gunung berapi yaitu Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. Kota ini berada pada ketinggian 909–941 meter di atas permukaan laut, dan memiliki hawa cukup sejuk dengan suhu berkisar antara 16.1–24.9 °C.  Kota ini memiliki topografi berbukit-bukit dan berlembah, beberapa bukit tersebut tersebar dalam wilayah perkotaan,

Selaindijulukikotawisata, Bukittinggi juga disebut sebagai kota perdagangan dengan adanya pasar AurKuning (Tanah Abang-nya) Sumatera Barat. Bukittinggi juga dikatakan kota Industri, dengan banyaknya terdapat Home Industri seperti, Konveksi yang memproduksi Kerudung, jilbab, Telekung dan pakaian muslim lainnya. Banyak juga terdapat Industri makanan seperti Sanjai Balado dan Rendang.