Keterampilan PPHP

keterampilan pphp

Keterampilan PPHP MAN I Model Bukittinggi mulai berdiri tahun 1998 dan kegiatan PBM  mulai aktif   TP.1999/2000.Kurikulum keterampilan PPHP pada awalnya mengacu pada kurikulum yang dikeluarkan oleh Depertemen Agama RI.Sejalan dengan perkembangan dan kondisi dilapangan kurikulum keterampilan PPHP dirancang sendiri oleh guru keterampilan disesuaikan dengan perkembangan dan potensi daerah.

Pembelajaran keterampilan PPHP dilaksanakan selama 2 tahun.Tahun pertama (kelas X) dibekali dengan dasar-dasar PPHP dan tahun kedua(kelas XI) dibekali dengan penerapan PPHP dan pengelolaan Usaha.

Dalam pembelajaran dilaksanakan 2 kegiatan yaitu teori dan praktek.Teori lebih banyak di kelas X dan praktek lebih banyak di kelas XI.Dalam kegiatan praktek peserta didik dibagi per kelompok yang terdiri dari 5-7 orang peserta didik.

Keterampilan PPHP mencakup : Pengenalan Alat dan Mesin Pengolahan Hasil Pertanian,Pengetahuan Bahan dan Hasil Pertanian,Sanitasi dan Keselamatan Kerja,Konsep Mutu dan Pengendalian Mutu,Dasar-dasar Proses Pengolahan Hasil Pertanian,Melakukan Penanganan dan Pengolahan Hasil Pertanian,Pengelolaan Usaha dan Unit Produksi.

program pengajaran keterampilan PPHP terdiri dari 3 paket:

  1. Dasar-dasar PPHP
  2. Paket Keterampilan PPHP
  3. Pengeloalan Usaha

Keterampilan PPHP untuk peserta didik kelas X semester ganjil diajarkan mengenal alat dan mesin pengolahan. Pengetahuan bahan hasil pertanian, konsep mutu dan pengendalian mutu. di akhir semester ganjil diajarkan sanitasi dan keselamatan kerja sebagai persiapan untuk praktek awal.  Semester genap diajarkan dasar-dasar proses pengolahan seperti sortasi, blanching, penggulaan, BTM, penggaraman, pengeringan, evaporasi, perlakuan suhu rendah, perlakuan suhu tinggi, penggorengan, pencampuran, pemisahan, penggumpalan, sterillisasi, fermentasi, pengemasan.

Keterampilan PPHP untuk peserta didik kelas XI pada semester ganjil mengolah berbagai macam hasil pertanian menjadi berbagai produk pangan yang menarik selanjutnya di pasarkan. Pada semester genap peserta didik dibimbing untuk pengelolaan usaha dengan menerapkan unit produksi, dimana peserta didik diberikan/dipinjamkan modal awal untuk melaksanakan unit produksi pengolahan pangan. Peserta didik diajarkan  mengolah dan mengelola suatu usaha agar peserta didik dan siswi mampu mengelola usaha sendiri sehingga bisa membentuk suatu industry kecil. Dalam artian menanamkan jiwa wirausaha sejak dini, Sebagai bukti kemasyarakat bahwa peserta didik siswi MAN Model sudah mampu berusaha sendiri walau dengan usaha yang kecil.

Peserta didik keterampilan PPHP siap untuk menyediakan snack saat acara perpisahan dan mampu membuka stand saat promosi sekolah, dengan berbagai kreasi dan hasil olahan mereka sendiri. Peserta didk MAN Model akan bangga dengan dana yang sedikit sudah bisa menghasilkan laba.

Nilai keterampilan bukan hanya berfungsi sebagai cerminan dari hasil usaha mereka dalam pembelajaran namun juga berpengaruh terhadap nilai rapor peserta didik dan juga sebagai penentu kenaikan kelas. Sehingga peserta didik tidak bisa menganggap remeh pelajaran keterampilan. Ini sebagai bukti bahwa keterampilan sangat berfungsi dalam pendidikan.